Tambrauw KASTV, Papua Barat Daya – Sebuah unggahan perpisahan dari Aparatur Sipil Negara bernama Tenia Kurniawati di grup Facebook "Kabupaten Tambrauw" menjadi sorotan. Dalam postingan 3 jam lalu itu, Tenia yang telah 17 tahun mengabdi di Tambrauw menyindir kondisi jalan Distrik Kwoor yang rusak parah menjelang mutasinya keluar daerah.
"Terimakasih distrik Kwoor, sudah memberikan moment terindah sebelum saya mutasi keluar Tambrauw. Dikasih tanda mata, mobil kena gangguan karena jalannya terlalu amat sangat estetik sekali. Sehingga hanya mobil-mobil pro luar biasa yang bisa menaklukkan," tulis Tenia dengan nada sarkas.
Akibat jalan yang disebutnya "estetik" tersebut, mobil yang ditumpanginya mengalami gangguan. Tenia mengaku untuk pertama kalinya selama 17 tahun bertugas, ia terpaksa duduk di pinggir jalan berlumpur. "Bisa merasakan duduk-duduk cantik mempesona di pinggir jalan sambil main becek, lumpur, dan bersenda gurau dengan nyamuk-nyamuk gemoy," lanjutnya.
Soroti Dampak Tambang Emas Liar
Dalam unggahan yang sama, Tenia secara tegas menyampaikan pesan kepada para penambang emas liar yang beroperasi di wilayah Kwoor. Ia menuding aktivitas mereka menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur dan kerugian bagi masyarakat adat setempat.
"Kalian benar-benar nggak punya hati. Kalian sukses mengambil emas milik masyarakat adat Kwoor, dan kalian sukses pula membuat masyarakat sengsara dengan jalan-jalan yang sudah kalian buat hancur," tulisnya.
Tenia juga mengkritik penggunaan merkuri oleh para penambang yang merusak lingkungan. "Jika kalian punya otak, minimal kalian juga punya kontribusi sumbang batu tiap naik ke Kwoor, bukan hanya sumbang merkuri untuk hancurkan alam," tegasnya.
17 Tahun Pengabdian Berakhir dengan "Nilai Kehidupan"
Meski menyampaikan kritik pedas, Tenia tetap menutup postingannya dengan ucapan terima kasih kepada Distrik Kwoor atas "nilai-nilai kehidupan yang berkesan" selama ia bertugas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tambrauw maupun pihak Distrik Kwoor terkait kerusakan jalan dan tudingan aktivitas tambang emas liar yang disampaikan Tenia.
Kerusakan jalan akibat aktivitas angkutan berat tambang ilegal memang kerap dikeluhkan warga di berbagai wilayah Papua. Selain merusak infrastruktur, penggunaan merkuri dalam penambangan emas liar juga dikhawatirkan mencemari sungai yang menjadi sumber air masyarakat adat.
*NR*