KENDARI, kasuaritv.com – Kasus dugaan praktik distribusi gelap beras SPHP dan minyak goreng subsidi Minyakita di Kota Kendari kini memasuki babak baru. Tim liputan telah resmi menyerahkan bukti rekaman video aktivitas bongkar muat mencurigakan tersebut kepada pihak kepolisian.
Respons Cepat Kepolisian
Langkah tegas ini mendapat respons langsung dari pihak kepolisian. Saat dikonfirmasi mengenai temuan lapangan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kemaraya menyatakan komitmennya untuk segera mengusut kasus yang merugikan masyarakat luas ini.
"Terima kasih infonya Pak. Kami akan tindak lanjuti, laporkan ke pimpinan untuk mengambil langkah penyelidikan selanjutnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Kemaraya melalui pesan singkat, Senin (6/4/2026).
Pernyataan ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat Kota Kendari agar praktik mafia pangan yang selama ini beroperasi secara sembunyi-sembunyi dapat segera dibongkar.
Menanti Aksi Tegas di Lapangan
Setelah bukti video diserahkan, publik kini menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Fokus utama masyarakat adalah:
Pemeriksaan Oknum: Memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas bongkar muat "mobil ke mobil" di area pasar sebagaimana terlihat dalam video.
Penelusuran "Uking": Mengungkap peran sosok "Uking" yang diduga menjadi aktor utama dalam distribusi ilegal beras SPHP tersebut.
Pengawasan Ketat: Memastikan tidak ada lagi kebocoran distribusi beras subsidi dan memastikan harga Minyakita kembali ke HET (Harga Eceran Tertinggi).
Praktik perdagangan ilegal ini tidak hanya melanggar UU Perdagangan dan UU Pangan, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap program pemerintah yang bertujuan membantu ekonomi rakyat kecil.
Media akan terus mengawal perkembangan penyelidikan ini hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi masyarakat dan stabilitas harga pangan di wilayah hukum Polsek Kemaraya dan sekitarnya.
Reporter: Halifu
Editor: Tim Redaksi