Aceh Singkil, KASTV – 17 Februari 2026 Sekretaris Jenderal Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS), Budi Harjo, melontarkan kritik keras terhadap sikap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil yang dinilai bungkam dan tidak transparan terkait hasil uji laboratorium dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga saat ini, publik belum menerima kejelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan sampel makanan yang telah diuji. Termasuk belum adanya pernyataan terbuka terkait hasil pemeriksaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Kenapa Plt Kadis Kesehatan memilih diam? Ada apa dengan hasil lab tersebut? Jika hasilnya sudah keluar, kenapa tidak diumumkan? Jika belum keluar, kenapa tidak dijelaskan progresnya? Jangan main bungkam,” tegas Budi Harjo.
Menurutnya, sikap diam pejabat kesehatan dalam kasus yang menyangkut keselamatan siswa mencerminkan lemahnya tanggung jawab publik. Ia menilai lambannya penyampaian informasi serta tidak adanya konferensi pers resmi memperlihatkan kurangnya kepemimpinan dan pengawasan.
“Ini bukan persoalan sepele. Anak-anak diduga keracunan makanan. Namun pejabatnya seolah menghindar. Kalau tidak mampu menjelaskan kepada publik, lebih baik evaluasi diri,” ujarnya.
AMPAS mendesak agar hasil uji laboratorium dipublikasikan secara terbuka dan lengkap. Mereka meminta penjelasan rinci terkait kandungan yang ditemukan, dugaan sumber kontaminasi, serta pihak yang harus bertanggung jawab. Jika terbukti ada unsur kelalaian, AMPAS menuntut adanya sanksi tegas tanpa pandang bulu.
Budi Harjo juga mengingatkan agar kasus ini tidak menguap akibat pembiaran birokrasi.
“Keselamatan siswa adalah prioritas. Jangan ada upaya menutup-nutupi. Masyarakat Aceh Singkil berhak mengetahui kebenarannya,” tutupnya. (PT)