Kekuatan, Kelemahan, dan Harapan Terhadap Dunia Islam

Oleh Shamsi Ali Al-Nuyorki

Dunia Islam seharusnya memainkan peranan penting dalam perpolitikan dunia global. Namun saat ini dunia Islam mengalami kelemahan bahkan menghadapi berbagai krisis dan ancaman besar, di antaanya: perang global, kekacauan politik, krisis ekonomi, bahkan krisis spiritual dan moral. Situasi umat Islam saat ini cukup menyedihkan, bahkan sesungguhnya cukup menyakitkan. 

Ada situasi paradoks yang sedang dialami oleh dunia Islam. Di satu sisi, begitu besar dan memiliki potensi untuk kuat. Tapi pada sisi lain, lemah dan diperlakukan semena-mena seolah tak berdaya oleh negara-negara lain, khususnya mereka yang kuat secara ekonomi dan militer.

Sangat disayangkan bahwa berbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat saat ini seringkali hanya menunggu belas kasih dan pertolongan orang lain, khususnya Amerika. Padahal kekuatan dan solusi berbagai permasalahan, termasuk isu Gaza/Palestina, harusnya bukan menggantung pada orang lain, tapi pada kekuatan umat sendiri.

Di tengah realitas pahit yang dihadapi Ummah itu, dunia Islam sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi blok kekuatan global, dengan sumber daya alam melimpah dan populasi yang sangat besar.

Baca Juga Opini Lainnya:
{getPosts} $label={OPINI} $limit={3}
👉 Lihat Semua Gagasan & Opini di Sini

Potensi kekuatan dunia Islam dapat kita lihat dalam beberapa hal: 

Satu, kekayaan alam yang menimpa. Menurut estimasi sebagian kalangan, lebih dari 50% sumber daya alam dunia terletak di wilayah Islam. Dari minyak, emas, pertanian dan kehutanan, hingga ke kekayaan bahari yang begitu melimpah.

Dua, Jumlah negara dan populasi. Ada 57 negara dengan mayoritas Muslim saat ini dengan jumlah populasi yang besar. Saat ini diperkirakan jumlah Muslim mencapai sekitar dua miliar di seluruh dunia. OKI (Organisasi Kerjasmaa Islam) merupakan organisasi terbesar kedua dalam struktur PBB setelah GNB. 

Tiga, Pertumbuhan Islam yang pesat: Antara 2010 dan 2020 misalnya, masyarakat Muslim bertambah sekitar 347 di seluruh dunia (Pew Research Institute). Selain tingginya tingkat kelahiran, pertumbuhan ini juga didukung oleh besarnya jumlah konversi ke agama ini.

Empat, Petunjuk hidup yang jelas. Kekuatan besar sesungguhnya umat Islam ada pada petunjuk hidupnya yang jelas; Al-Qur’an dan As-Sunnah. Petunjuk hidup abadi yang mengajarkan kesuksesan hidup yang pasti.

Kelemahan-Kelemahan Dunia Islam

Namun demikian, diakui bahwa dunia Islam juga masih memiliki banyak kelemahan, antara lain:

Satu, Sistem dan institusi politik yang lemah. Politik di negara-negara Islam seringkali dikendalikan dan dimanipulasi oleh politisi yang tidak kapabel. Akibatnya kekuasaan seringkali hanya dikendalikan oleh segelintir orang/keluarga, bahkan di negara-negara yang mengaku demokrasi sekalipun. 

Dua, Pengelolaan ekonomi yang lemah. Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, pengelolaan ekonomi dunia Islam sangat lemah. Perekonomian biasanya dikuasai oleh orang lain. Tidak jarang juga kekayaan negara digenggam oleh segelintir, seringkali orang, kolaborasi jahat antara pemodal dan penguasa. Rakyat hanya semakin tertekan secara ekonomi. Akibatnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Tiga, Sistem hukum lemah: Negara-negara Islam menghadapi sistem hukum yang lemah dan pejabat pemerintah yang korup. Di dunia Islam seringkali hukum dikontrol oleh mereka yang memiliki kekuatan, dan dikadali untuk kepentingan mereka dan kelompoknya. Hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Empat, Perpecahan internal. Dunia Islam dilanda perpecahan internal yang parah. Perpecahan yang dialami oleh Umat Islam merupakan kelemahan yang paling mendasar sehingga saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia, khususnya di Gaza, terus terjadi.

Lima, Kebingungan beragama. Ada kebingungan dalam menempatkan dan memposisikan agama dalam kehidupan publik. Selain itu, juga ketidak seriusan dalam mengambil Islam sebagai petunjuk hidup. Mereka setengah hati dalam menerima Islam, bahkan seringkali Islam hanya menjadi alat kepentingan sesaat.

Upaya Perbaikan 

Untuk memperbaiki kondisi dunia Islam, secara singkat saya sampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Satu, Komitmen yang tulus terhadap Agama. Jadikan agama sebagai prinsip panduan dalam kehidupan pribadi dan publik.

Dua, Merajut Ukhuwah dan Persatuan. Kurangi kesombongan kelompok (suku, ras, dan kebangsaan) berlebihan dan perkuat kesatuan umat global. 

Tiga, Reformasi Institusional. Perkuat institusi publik di semua bidang, politik, ekonomi, hukum dan lain-lain. Bukan memperkuat individu yang korup.

Empat, Memulihkan rasa percaya diri. Bangkitkan kembali kepercayaan diri dan kebanggaan menjadi bagian dari umat terbaik.

Lima, Membangun jiwa independensi. Jalin dan perkuat kerjasama internal, dan dengan semua pihak. Tapi hindari ketergatungan kepada mereka yang kuat, terlebih kepada mereka yang memperlihatkan ketidak berpihakan bahkan permusuhan. 

Dengan mengambil langkah-langkah tersebut, dunia Islam dapat menjadi lebih kuat, dan akan memiliki pengaruh lebih besar dalam politik global.

Direktur, Jamaica Muslim Center & Presiden, Nusantara Foundation
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال