Papua Barat Daya Rumah Bersama, Jangan Jadikan OAP Tamu di Tanah Sendiri

Papua Barat Daya Rumah Bersama, Jangan Jadikan OAP Tamu di Tanah Sendiri

 


By. Ikhlas 

Papua Barat Daya adalah rumah bersama. Rumah bagi Orang Asli Papua (OAP), juga bagi para pendatang yang datang dengan niat hidup, bekerja, dan berkontribusi. Prinsip ini tidak bisa dibantah. Namun ada satu garis batas yang tidak boleh dilanggar: jangan pernah menjadikan OAP sebagai tamu di rumahnya sendiri.

Fakta di lapangan menunjukkan kegelisahan yang kian nyata. Di kota-kota, OAP semakin terpinggirkan secara ekonomi. Di pesisir dan kampung, tanah dan laut perlahan kehilangan kendali adatnya. Sementara di ruang kebijakan, suara OAP sering terdengar, tetapi jarang menentukan.

Pembangunan terus berjalan, gedung-gedung tumbuh, investasi datang silih berganti. Namun pertanyaannya sederhana: siapa yang paling merasakan hasilnya? Jika OAP hanya menjadi penonton, buruh kasar, atau bahkan tersingkir, maka pembangunan itu kehilangan makna keadilan.

Pendatang bukan masalah. Banyak dari mereka hidup damai, bekerja keras, dan menghormati adat. Masalah muncul ketika sistem ekonomi, kebijakan, dan pengelolaan sumber daya lebih menguntungkan mereka yang kuat modal dan akses, sementara OAP tertinggal tanpa perlindungan nyata.

Papua Barat Daya tidak membutuhkan konflik horizontal. Yang dibutuhkan adalah keadilan struktural. Negara dan pemerintah daerah harus hadir bukan sekadar sebagai regulator investasi, tetapi sebagai penjaga keseimbangan: memastikan OAP menjadi subjek utama pembangunan, bukan objek pelengkap.

Afirmasi untuk OAP bukan bentuk diskriminasi, melainkan koreksi sejarah. Tanpa kebijakan yang tegas dan berpihak, kesenjangan akan terus melebar. Hari ini mungkin OAP masih bertahan, tetapi jika dibiarkan, esok mereka bisa benar-benar tersingkir di tanah sendiri.

Rumah bersama berarti hidup berdampingan dengan saling menghormati. Namun dalam setiap rumah, pemilik rumah harus dihormati lebih dulu. Papua Barat Daya akan kuat jika OAP berdiri sejajar, berdaulat atas tanahnya, berdaya secara ekonomi, dan didengar dalam setiap keputusan.

Jika tidak, maka jargon “Papua Tanah Damai” hanya akan menjadi slogan kosong—sementara di baliknya, ketidakadilan terus tumbuh diam-diam.

Papua Barat Daya adalah rumah bersama. Tapi jangan jadikan OAP tamu di rumah sendiri

Redaksi kasuaritv

10 Januari 2026

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال