![]() |
| Foto: Dok. kolakapos, di Edit Redaksi kasuaritv, Tajuk Redaksi & Judul |
By: Ikhlas
Saat anggaran APBN untuk proyek jalan diturunkan ke Kabupaten Muna, suasana mendadak semarak.
Nama-nama pejabat dielu-elukan, baliho bertebaran, media membludak. Jalan diperbaiki, kamera menyala, senyum mengembang. Seolah Muna sedang memasuki babak baru kesejahteraan.
Namun di waktu yang hampir bersamaan, ribuan PPPK dipaksa menandatangani SPTJM dengan gaji Rp0. Sunyi. Tanpa konferensi pers. Tanpa baliho. Tanpa klarifikasi.
Aneh, ya? 🤭
Lebih ironis lagi, para pejabat pusat asli daerah Kabupaten Muna tiba-tiba berubah menjadi manusia tanpa ingatan.
Pura-pura tidak tahu.
Pura-pura tidak dengar.
Pura-pura ini hal biasa.
Padahal yang dikorbankan bukan angka di kertas, tapi perut, martabat, dan masa depan keluarga PPPK.
Di mana nurani kalian?
Atau jangan-jangan, nurani ikut diasapal bersama proyek jalan?
Rakyat dipaksa bekerja tanpa upah, sementara proyek miliaran rupiah berjalan mulus.
Publik pun bertanya:
apakah jalan itu benar-benar untuk rakyat, atau hanya jalur khusus menuju rumah keluarga dan lingkar kekuasaan?
Jika uang negara ada untuk beton dan aspal, tapi tidak ada untuk upah manusia, maka yang rusak bukan APBD & APBN —melainkan nilai kemanusiaan.
Karena jalan tanpa keadilan hanyalah koridor ketimpangan.
Jangan salahkan rakyat jika mulai curiga.
Sebab ketika pejabat diam melihat ketidakadilan, diam itu bukan netral—diam adalah keberpihakan.
Muna hari ini tidak kekurangan proyek, yang kurang hanyalah kejujuran dan empati.
Redaksi kasuaritv
10/1/2026
