Prabowo Ambil Alih Kasus Whoosh Karena Tekanan China?


Opini oleh: Muslim Arbi - Direktur Gerakan Perubahan


Saya sangat yakin. Kita masih sebagai negara berdaulat. Sehingga siapa pun dan apapun bentuk intervensi asing dalam hal apa saja. Kedaulatan Negara adalah Harga Mati. Tak dapat di tawar - tawar.


Tetapi dalam hal kasus Kereta Cepat dalam hal Bisnis antara RI-China. Negera ini seolah mendapat tekanan dan intervensi  berat dari Asing-RRT.


Pernyataan Presiden Prabowo yang siap ambil alih dan menanggung beban hutang Whoosh. Menjadi pertanyaan  besar. 


Apakah negeri ini masih  berdaulat? Tidakkah Kedaulatan kita di gadaikan ke China dalam kasus Whoosh - KCIC?


Publik sudah tahu ketika Jepang Gagal mendapatkan Proyek kereta cepat dan Jokowi sendiri yang memutuskan proyek ugal-ugalan dan jadi beban akhir nya jatuh ke tangan China. Di saat ini Jokowi sangat mesra dengan Xi Jinping.


Para ahli, pakar dan aktivis telah bicara. Bahkan di saat masih menjabat Dr Adrianof Chaniago sebagai Mentri Bappenas dan Ignatius Jonan sebagai mentri perhubungan di copot. Gara-gara menolak Proyek tersebut.


Jokowi sendiri yang memutuskan  meski kata Luhut Whoosh adalah barang busuk dari awal.


Publik meributkan Whoosh karena proyek ini merusak dan membahayakan kedaulat negara. 


Whoosh - Bukan Investasi dagang semata. Whoosh ini intervensi dan invasi atasi kedaulatan negara dan kemerdekaan Bangsa.


Prabowo jangan bermain api di Whoosh. Bisa berbahaya dan terbakar.


Kalau semua kerugian Whoosh ditanggung Presiden karena kebusukan Jokowi dan Luhut. Bersediakah Presiden Prabowo menanggung dan membayar Hutang Rp 24.000 di era Jokowi yang di Bongkar Menkeu Purbaya?


Ataukah cara Prabowo ini mau memadamkan gerak Purbaya yang bela kepentingan Negara dan Rakyat?


Tidakkah cara Prabowo bela Jokowi dan Luhut dalam kasus ini semakin mengkonfirmasi Jokowi dan juga Luhut adalah dituding sebagai agen China selama ini?


Rakyat masih berharap Presiden Prabowo berpikir jernih dan melihat kasus Whoosh secara seksama. Dan sudah harus mempertimbangkan Whoosh bukan proyek intervensi dan invasi China berbalut investasi dagang. 


Jelas, kami kaget atas: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Presiden Prabowo soal Malapetaka investasi Whoosh.


Jangan sampai Whoosh ini menjadi Huss untuk Prabowo. Masih  pagi tetapi telah  memasang batu krikil di sepatu Tuan?


Kota Pahlawan: 7 Nopember 2025


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال