VIDEO TERBARU

LIVE STREAMING MAKKAH

BREAKING NEWS
Selamat Datang di Kasuari TV Indonesia - Menyajikan Informasi Terkini Dari Seluruh Nusantara - Makkah Live HD Sekarang Tersedia!
SUBSCRIBE KASUARI TV INDONESIA

Proyek Irigasi Abal-abal di Wonosari Lampung Diduga Menyimpang Dari Spesifikasi


Pringsewu, Lampung Kasuaritv.com (KASTV) - Proyek rehabilitasi irigasi di pekon Wonosari Kecamatan Gadingrejo yang diduga milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air ( PSDA) Provinsi Lampung, diduga dikerjakan asal jadi, Jumat (26/5/2023)

Hal ini nampak jelas terlihat dilokasi pengerjaan proyek dana milik Pemerintah,  Pasalnya tampak terlihat dengan minimnya pengawasan dan pekerja tidak disertai dengan petunjuk teknis atau gambar speknya.

menurut keterangan salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya ketika didatangi oleh awak media ini menyampaikan, 'kami para pekerja hanya bermodalkan sudah terbiasa mengerjakan proyek-proyek seperti ini, hanya bermodalkan arahan dari awal oleh kepala tukang dan pelaksanaan'.
"Program proyek ini dilaksanakan tanpa ada pengawasan dari pihak-pihak terkait selama saya kerja di sini belum ada pengawas atau konsultan yang datang ke sini," tegasnya.

Dan ketika awak media menanyakan terkait masalah papan informasi, 'memang tidak ada selama saya bekerja di sini papan informasi tidak ada yang terpampang, jadi kami pun tidak tahu nilai proyek ini, berapa dan dari perusahaan mana yang mengerjakan, kami selaku pekerja tidak mengetahui sama sekali, dan kami hanya bekerja biasa mas pekerja buruh harian, jelasnya.

Salah satu pekerja yang berasal asli Pekon (Desa-red) Wonosari Kecamatan Gadingrejo dan yang mempunyai lahan di wilayah proyek tersebut yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan rasa sesalnya, 'pekerjaannya kok seperti ini pasangan batunya di bawah paling ketebalan 10 sampai 15 cm,  yang di atas ketebalan 30 cm sepemahaman kami selaku pekerja yang sudah terbiasa melaksanakan pekerjaan seperti ini biasanya kalau sesuai gambar ketebalan 30 cm dari bawah sampai atas ya tebalnya sama 30 cm minimal yang di bawah itu biasanya, kalaupun ada pengurangan 25 cm, kalau seperti ini pengurangan volumenya tentu jelas dilaksanakan oleh perusahaan nakal namanya, Ujar warga tersebut.
"Tapi ini sangat tipis terus bagaimana dengan kualitasnya nanti bila dimusim penghujan begitu air datang akankah kuat dan tidak jebol, kalau jebol dimusim penghujan yang dirugikan tentu petani di sini, jika jebol belum ada tanaman petani tidak akan merugi namun kalau sudah ada tanaman bisa-bisa gagal panen," pungkasnya.

"Saya berharap kepada Dinas terkait atau aparat penegak hukum untuk segera memperingatkan perusahaan yang melaksanakan pekerjaan ini supaya tidak semata-mata mengedepankan mencari keuntungan perusahaan semata perlu juga diperhitungkan terkait masalah sisi kualitasnya," Tegas Warga sekitar.

Karena minimnya petunjuk pihak-pihak terkait sampai detik ini belum ada yang bisa dikonfirmasi

Lebih lanjut awak media dan tim akan mengunjungi pihak terkait yakni Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung dalam untuk lakukan konfirmasi terkait Pelaksanaan pekerjaan yang ada di 14 titik, dalam hal ini tim sudah memperoleh 4 titik bukti yang ada  diduga tidak sesuai Spek.

Jika terbukti menyalahi dan merugikan Keuangan Negara agar pelaksana dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Dalam hal ini Masyarakat berhak malakukan pengawasan sesuai amanah Peraturan Pemerintah (PP) 43 Tahun 2018 Tentang Peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. 
(Reporter : Tim)
Lebih baru Lebih lama

JSON Variables

World News

نموذج الاتصال

//") //]]>