𝐍𝐀𝐁𝐈𝐑𝐄, 𝐏𝐀𝐏𝐔𝐀 (𝗞𝗔𝗦𝗧𝗩) - Pembahasan terkait paket pekerjaan di dinas Pendidikan tersebut mendapat pertanyaan dari kamar adat pengusaha Papua kab Nabire yang di wakili oleh Yonathan kotouki sebagai ketua sumberdaya manusia dari kamar adat pengusaha Nabire dan sanggenafa sebagai kontraktor OAP yang berlindung pada kamar adat pengusaha Papua dalam pembahasan tersebut Yonathan mempertanyakan tentang regulasi Otsus bagi OAP terkait masalah paket pekerjaan di dinas pendidikan Jumat 26 mei 2023 bertempat di ruang kerja Kadis Pendidikan Jalan Pepera Nabire, mulai dari pukul 12:00 sampai 1:00 WIT
Pertanyaan tersebut mendapat tanggapan dari ibu kepala dinas pendidikan Dra.Dina Pidjer pembina TK.1 beliau sangat mengapresiasi hasil usaha kami. Untuk melihat nasib pengusaha OAP yang sampe saat ini belum mendapat pekerjaan yang baik namun beliau menginformasikan kepada kami bahwa semua paket pekerjaan di kabupaten Nabire di ambil alih oleh Pak Bupati Nabire Mesak Magai s.sos,Msi
"Kami selaku kontraktor OAP sangat tidak setuju sekali dengan tindakan Pak Bupati karena beliau dengan secara tidak sengaja sudah mau membunuh kami secara ekonomi dan juga administrasi dalam pengurusan pajak dan lainnya yang menyangkut legalitas perusahan kami yang setiap tahun harus di perpanjang" Pungkasnya
Di dalam undang-undang nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan ke dua atas -undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Papua dan Papua barat
- Peraturan presiden RI nomor 17 tahun 2019 tentang pengadaan barang dan jasa milik pemerintah guna mempercepat pembangunan di propinsi Papua dan Papua Barat
- Peraturan gubernur propinsi Papua nomor 17 tahun 2008 tentang jasa konstruksi
Dalam pembahasan tersebut kedepannya kami sangat berharap kepada kepala dinas pendidikan supaya apa yang menjadi harapan kami bisa disampaikan kepada Bapak Kepala Daerah tentang paket pekerjaan yang ada di Dinas pendidikan, guna menunjang aktifitas kami sebagai pengusaha OAP yang berdomisili di Kabupaten Nabire, apabila kedepan tidak ada respon baik dari Bapak Bupati maka kami akan mengambil alternatif lain.(𝙠𝙤𝙩𝙤𝙪𝙠𝙞)
@𝗘𝗱𝗶𝘁𝗼𝗿