Pesawaran, Lampung (KASTV) - Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP) Mualim Taher mengharapkan kepada pemerintah daerah kabupaten pesawaran agar respect (cepat bertindak) untuk mengambil alih atau mencari dengan mengganti ketua KONI yang baru.
“Supaya ada kesinambungan antara dunia olahraga dan dimata publik diKabupaten pesawaran dan terlihat bijaksana, alangkah baiknya bupati segera membentuk Regenerasi guna membentuk pemimpin KONI yang kosong, karena ketua KONI kabupaten pesawaran kita tahu sekarang sedang berurusan dengan APH alias Masuk Penjara” kata Mualim Taher pada Rabu (19/4/2023)
Dan juga kita ketahui bersama bahwa diduga para atlet diKabupaten pesawaran sampai saat ini belum terbayarkan untuk bonus padahal sudah tanding pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Lampung tahun 2022, namun hingga kini belum ada kejelasan terkait bonus yang dijanjikan pemerintah kabupaten Pesawaran.
Dikutip dari Zonarepublik.com yang sudah terpublikasi Atlet dan Pengurus Cabang Olahraga seKabupaten Pesawaran Lampung pada Selasa (18/4) mengikuti Rakor bersama Dinas Pemuda dan Olahraga, beserta KONI Pesawaran.
Turut hadir dalam rakor kali ini perwakilan atlet dan pengurus cabang olahraga peserta Pekan olahraga Provinsi Lampung yang sudah mengharumkan nama bumi Andan Jejama Pesawaran ini.
”Ada desakan dari sebagian besar pengurus jika usai idul Fitri belum ada kejelasan, maka atlet akan silaturahmi ke kantor bupati,” ujar ketua Hapkido Pesawaran, Matrohupi Hal ini menurutnya, imbas dari pertemuan kedua yang belum juga ada titik terang.
Meski demikian, sebagian pengurus masih tetap pada komitmen, akan menjaga marwah dan nama baik pesawaran. Bahkan, ketua Pertina Pesawaran Supriyadi mengajak kepada pengurus cabor dan atlet untuk tidak turun kejalan hingga ada kepastian dari Bupati.
”Hasil Rakor dengan Dispora dan KONI Pesawaran, Kita sudah sepakat, menunggu kebijakan Bupati usai idul Fitri,” tegas supri.
Seperti diketahui, untuk kedua kalinya atlet dan pengurus cabang olahraga se kabupaten pesawaran Lampung yang sudah tanding pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Lampung tajun 2022, hingga kini belum ada kejelasan terkait bonus yang dijanjikan pemerintah kabupaten Pesawaran.
Bahkan, bonus yang sedianya senilai 20 juta untuk Medali emas, 10 juta untuk Perak dan 5 juta untuk Peroleh medali perunggu, dikhabarkan berubah drastis akibat keterbatasan anggaran.
Diberitakan sebelumnya, dispora pesawaran mempresentasikan, anggaran bonus untuk peraih medali ternyata hanya 1 milyar, maka asumsinya peroleh Emas hanya 5 juta, Perak 3 juta dan Perunggu 2 juta.
Inilah yang menjadi sumber protes para atlet. “Atlet saya sampai patah punggung,” sesal ketua Pertina Supriyadi, bahkan lanjut Supri, ada yang patah jari tangan saat bertanding disalah satu cabang olah raga. (Tim)
