![]() |
| Umul Syahadat, Mantan Sekjen Uho |
KENDARI, KASUARITV — Mantan Sekretaris Jenderal Universitas Halu Oleo (UHO), Umul Syahadat, mengecam keras dugaan pelecehan dan penyebaran video seorang mahasiswi oleh oknum polisi di kawasan Abeli. Video yang memperlihatkan korban dalam kondisi tidak senonoh (hanya mengenakan pakaian dalam) tersebut dinilai sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat tidak pantas dipertontonkan ke publik.
Umul mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk segera mengambil tindakan tegas dan memproses hukum para oknum yang diduga sengaja merekam serta menyebarkan video tersebut.
"Ini tidak perlu kita jelaskan secara terperinci ke Kapolda karena beliau pasti lebih paham. Kami hanya meminta ketegasan Kapolda untuk memberikan hukuman setimpal kepada para oknum polisi yang terlibat," tegas Umul, Senin (7/9/2026).
Selain mengecam aksi oknum aparat, Umul juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap para Presiden Mahasiswa (Presma) yang dinilai pasif melihat dugaan perlakuan tidak manusiawi yang menimpa mahasiswi tersebut.
"Aksi ini jelas tidak berperikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia. Jika Presma hanya diam, itu tanda mereka tidak mampu memperjuangkan keadilan bagi mahasiswa. Mereka patut mundur jika kasus ini tidak mendapatkan kepastian hukum," lanjutnya.
Sebagai sosok yang dikenal aktif dalam gerakan mahasiswa di Kota Kendari, Umul menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa untuk merapatkan barisan dan mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Genderang perang telah ditabuh demi membela harga diri saudari kita. Rapatkan kembali barisan untuk menuntut keadilan," serunya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa tetap menghormati prosedur hukum dan memberikan kesempatan kepada Kapolda Sultra untuk menindak para pelaku. Namun, ia memberi peringatan keras jika keadilan tidak ditegakkan.
"Tidak ada kata mundur. Kita berikan kesempatan Kapolda Sultra untuk menegakkan keadilan dan menghukum para oknum. Namun jika tidak ada kepastian hukum, 'lautan api' tidak hanya menjadi sejarah di Bandung, tetapi akan kembali bangkit di Sulawesi Tenggara," tutup Umul. yang juga Jendral Lapangab Oktiber Berdarah yang lalu.
redaksi
