SAUSAPOR, KASUARITV — Praktik perjudian jenis kupon putih atau toto gelap (togel) dilaporkan kian merajalela dan meresahkan warga di Distrik Sausapor. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pergerakan di lapangan, bisnis ilegal ini diduga kuat dikendalikan dan dibekingi oleh seorang oknum anggota kepolisian berinisial RSTM.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat setempat. Kehadiran aktivitas judi yang terkesan bebas tanpa tersentuh hukum tersebut dinilai merusak moral generasi muda dan mengganggu situasi kamtibmas di wilayah hukum Sausapor.
Menurut penuturan beberapa warga yang enggan disebutkan namanya demi keselamatan, aktivitas transaksi togel kini dilakukan secara terangan-terangan. Praktik ini seolah sengaja dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dari otoritas berwenang setempat.
"Kami sangat resah dengan situasi ini. Anak-anak muda dan warga kepincut judi setiap hari. Hukum seperti tumpul, dan setelah kami telusuri, muncul dugaan kuat kalau ada keterlibatan oknum aparat berinisial RSTM di balik layar yang menjadi bandar atau pembekingnya," ujar salah satu perwakilan warga.
Maraknya judi togel di Sausapor ini menjadi ujian berat bagi komitmen bersih-bersih institusi Polri, terutama terkait instruksi tegas Kapolri untuk memberantas segala bentuk perjudian—baik online maupun konvensional—tanpa pandang bulu. Keterlibatan oknum anggota berinisial RSTM, jika terbukti benar, jelas mencoreng citra korps bhayangkara di mata masyarakat Papua Barat Daya.
Masyarakat mendesak agar Propam Polda Papua Barat Daya dan Polres setempat segera turun tangan melakukan investigasi mendalam, menangkap para pelaku di lapangan, serta menindak tegas oknum anggota yang terlibat demi mengembalikan kepercayaan publik dan menegakkan supremasi hukum di Kabupaten Tambrauw.
Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Kapolsek Sausapor melalui saluran komunikasi telepon maupun pesan singkat guna mendapatkan klarifikasi terkait keresahan warga dan dugaan keterlibatan oknum tersebut. Namun, pihak Kapolsek Sausapor belum memberikan respons atau jawaban resmi terkait perihal ini. Awak media akan terus berupaya meminta tanggapan dari pihak kepolisian di tingkat Polres maupun Polda Papua Barat Daya untuk keberimbangan informasi.
redaksi
