SORONG, KASUARITV.COM – Pihak Pertamina EP Papua Field (Zona 14) memberikan respons langsung terkait insiden kebocoran pipa minyak mentah yang terjadi di Kilometer (KM) 18, Kota Sorong, beberapa hari lalu. Langkah cepat ini diambil guna menjawab keluhan sekaligus meredam kekhawatiran warga sekitar.
Officer Relations & CID Zona 14 Sorong, Amarullah, menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan penanganan sesaat setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut.
"Menyikapi keluhan dan ketakutan warga Sorong terkait kebocoran pipa minyak mentah, kami telah melakukan gerak cepat. Setelah kejadian itu, kami langsung menurunkan ekskavator dan tenaga ahli ke lokasi untuk menangani kebocoran," ujar Amarullah saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Amarullah menjelaskan, berdasarkan analisis teknis dan pengalaman di industri perminyakan, kondisi pipa minyak mentah tersebut memang sudah selayaknya diganti total. Faktor utamanya adalah usia pipa yang sudah sangat tua karena dipasang sejak zaman kolonial Belanda.
Meski demikian, untuk penanganan darurat saat ini, Pertamina menjamin mutu perbaikannya.
"Soal pipa yang saat ini dipasang untuk perbaikan, saya jamin kualitas pekerjaannya. Tim internal kami dari kantor juga turun langsung memantau proses konstruksi di lapangan demi memastikan mutu dan kualitasnya tetap terjamin," tegas Amarullah.
Ketika dikonfirmasi oleh wartawan mengenai jumlah minyak mentah yang terbuang akibat kebocoran tersebut, Amarullah membantah rumor yang beredar di masyarakat. Menurutnya, respons cepat dari tim lapangan berhasil meminimalisasi dampak kebocoran.
"Semenjak informasi itu masuk, tim saya langsung turun ke lapangan dalam waktu kurang lebih 20 menit. Jadi, saya mengklarifikasi bahwa desas-desus warga mengenai adanya sekian barel minyak mentah yang terbuang itu tidak benar. Penanganannya sangat cepat, dan rekan-rekan wartawan bisa melihat sendiri faktanya di lapangan," jelasnya.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi penemuan, proses pengerokan tanah dan pengelasan pipa telah selesai dilakukan demi keamanan warga Kota Sorong.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, manajemen Pertamina EP Papua menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan. Pihak humas menyatakan bahwa evaluasi dari kasus tahun lalu menjadi dasar untuk meningkatkan frekuensi patroli tangki dan jalur pipa.
"Kami berkomitmen untuk selalu mengontrol aliran minyak mentah di dalam pipa secara rutin setiap hari setelah pekerjaan ini selesai. Hal ini juga menjadi bagian dari evaluasi kerja kami dari tahun lalu," pungkas Amarullah. (SR)
