Menjaga Lisan dan Hati dari Kebiasaan Mengeluh

• Dalam Islam, lisan dan hati adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Apa yang diucapkan dan dipikirkan bisa menjadi pahala atau dosa.

• Kebiasaan mengomel, mengeluh berlebihan, dan berburuk sangka termasuk perbuatan yang tidak disukai Allah jika dilakukan terus-menerus tanpa alasan syar’i.

• Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

• Mengomel dalam hati termasuk bentuk buruk sangka (su’udzon) yang dapat merusak keikhlasan dan ketenangan jiwa.

Penyebab orang sering mengeluh menurut nilai keislaman
• Kurangnya rasa syukur kepada Allah
• Lemahnya kesabaran saat menghadapi ujian
• Terlalu fokus pada kekurangan dunia
• Kurang mengingat Allah (dzikrullah)

Dampak buruk kebiasaan mengeluh:
• Hati menjadi sempit dan gelisah
• Mengurangi pahala kesabaran
• Bisa melukai perasaan orang lain
• Menjauhkan seseorang dari ketenangan dan keberkahan hidup

*• Cara mengatasinya:*
• Memperbanyak syukur atas nikmat Allah
• Melatih sabar saat menghadapi masalah
• Menjaga lisan dengan berkata baik atau diam
• Memperbanyak dzikir dan istighfar
• Husnudzon (berprasangka baik) kepada Allah dan sesama manusia
• Menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif

• Allah berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

• Orang yang mampu menjaga lisan dan hatinya termasuk tanda kesempurnaan iman dan akhlak mulia.

Semoga bermanfaat [ASH 08/02/26]
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال