KENDARI, KASUARITV.COM – Upaya konfirmasi terkait tarif pas masuk Pelabuhan Nusantara Kendari sebesar Rp12 ribu menuai tanda tanya. Pasalnya, saat dimintai penjelasan spesifik mengenai dasar dan rincian tarif tersebut, pihak manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Kendari justru mengirimkan siaran pers umum tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan.
Sebelumnya, General Manager Pelindo Regional 4 Kendari, Herryanto, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif pas masuk angka Rp12 ribu disebut sebagai tarif lama yang masih berlaku.
Namun saat dikonfirmasi ulang dengan melampirkan foto bukti pembayaran pas masuk Rp12 ribu serta mempertanyakan sejak kapan tarif tersebut diberlakukan dan dasar hukumnya, tidak ada jawaban spesifik yang diberikan. Pihak manajemen hanya mengirimkan rilis resmi yang berisi pernyataan normatif terkait komitmen pelayanan dan pengaturan akses pelabuhan.
Dalam siaran pers itu disebutkan bahwa pemberlakuan pas masuk merupakan bagian dari strategi manajemen untuk menciptakan ekosistem pelabuhan yang tertib, membatasi orang yang tidak berkepentingan, mencegah kemacetan, serta menjamin keamanan penumpang di area sterilisasi.
Pelindo juga menyatakan bahwa kebijakan tersebut mendukung transparansi melalui sistem digital dan menjaga kelancaran operasional pelabuhan sebagai objek vital nasional.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan rinci mengenai:
Dasar regulasi penetapan tarif Rp12 ribu, Rincian peruntukan tarif pas masuk, Apakah tarif tersebut berlaku untuk seluruh kategori pengunjung, Bagaimana perimbangan ekonomi masyarakat dengan tarif 12.000 pas masuk?
Sikap tidak menjawab substansi pertanyaan ini menimbulkan kesan kurang terbukanya komunikasi publik, terlebih sebagai BUMN yang mengelola fasilitas strategis seperti Pelabuhan Nusantara Kendari.
"Tarif 12.000 kenopi teras kantor pelindo saja bocor-bocor, gedung baru tapi seperti tidak terawat," ucap Warga. Jumat, (27/2/2026)
Transparansi dan keterbukaan informasi menjadi penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Publik pada dasarnya hanya meminta kejelasan, bukan polemik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pelindo Regional 4 Kendari belum memberikan tanggapan lanjutan atas pertanyaan yang telah disampaikan. (redaksi)
