Direksi PT Pelindo Tersenyum, Tiket Masuk Pelabuhan Nusantara Kendari Rp12 Ribu Tuai Sorotan Publik

Ketgam: Dok Pelindo Indonesia, Direksi diminta Copot Kepala Pelindo Pelabuhan Nusantara Kendari


KENDARI, KASUARITV.COM– Potret jajaran Direksi PT Pelindo Terminal Petikemas yang tampil rapi dan tersenyum dalam materi resmi perusahaan berbanding terbalik dengan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan. Di Pelabuhan Nusantara Kendari, tiket masuk pelabuhan kini dipatok sebesar Rp12.000 per orang, angka yang dinilai memberatkan dan memicu kekecewaan publik.

Berdasarkan tiket resmi bertuliskan “Pelabuhan Nusantara Kendari – Tiket Pass Pelabuhan”, tarif Rp12.000 tersebut tercatat pada transaksi tanggal 10 Februari 2026 pukul 07.31 WITA, dengan sistem penjualan berbasis digital (easybook.com). Namun ironisnya, kenaikan atau penetapan tarif itu dinilai tidak dibarengi dengan peningkatan layanan yang signifikan.

“Masuk pelabuhan cuma sebentar, tidak ada fasilitas tambahan, tapi bayar mahal. Ini pelabuhan rakyat atau pelabuhan elite?” keluh salah seorang pengguna jasa pelabuhan yang enggan disebutkan namanya. Rabu, (11/2/2026)

Sorotan publik makin tajam ketika dibandingkan dengan citra korporasi PT Pelindo yang kerap menampilkan wajah humanis dan profesional para direksinya dalam berbagai publikasi resmi. 

Kondisi tersebut memunculkan kesan adanya jarak antara manajemen puncak dan realitas di lapangan.

Sejumlah pihak menilai kebijakan tarif tersebut mencerminkan minimnya empati terhadap masyarakat kecil, khususnya buruh pelabuhan, sopir, penumpang, dan keluarga pengantar yang tidak memiliki pilihan lain selain masuk ke kawasan pelabuhan.

“Kalau direksi bisa tersenyum di foto, seharusnya senyum itu juga dirasakan masyarakat lewat kebijakan yang adil dan masuk akal,” ujar seorang aktivis
pelabuhanan di Kendari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pelindo khususnya pengelola Pelabuhan Nusantara Kendari belum memberikan penjelasan resmi terkait dasar penetapan tarif Rp12.000 tersebut, termasuk apakah sudah melalui kajian sosial dan persetujuan regulator.
Publik mendesak PT Pelindo untuk segera membuka informasi secara transparan, mengevaluasi kebijakan tarif, serta memastikan bahwa pengelolaan pelabuhan sebagai objek vital publik tidak semata berorientasi pada pemasukan, tetapi juga pada rasa keadilan sosial.

Pelabuhan bukan sekadar bisnis, melainkan urat nadi ekonomi rakyat. Ketika aksesnya justru terasa mahal, wajar jika muncul satu kata dari publik: memalukan.

Bukan hanya itu, masyaraksat kota kendari mendesak Presiden Prabowo, Dirut dan Para Direksi PT. Pelindo untuk Mencopot Kepala Pelindo Kendari, 

"Copot Kepala Pelindo Pelabuhan Nusantara Kendari, angka Rp 12.000 pas masuk Pelabuhan, diduga perampokan terorganisir kepada masyarakat," Tegasnya 

Hingga berita ini ditayangkan wartawan masih berusaha mengkonfirmasi ke Kepala Pelindo Pelabuhan Nusantara

Reporter: Ajaks
Editor: redaksi




KASUARITV: KABAR TERKINI SULTRA
{getPosts} $label={SULTRA} $limit={5}

Tidak melihat daftar berita? Klik tombol di bawah:

JELAJAH BUMI ANOA (SULTRA)
<
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال