Aceh Singkil, KASTV — Rabu, Februari 18 2026
Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) melalui Sekretaris Jenderal Budi Harjo melontarkan kritik keras terkait dugaan pembagian daging sapi Meugang yang berbau busuk kepada sebagian warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, menjelang Ramadhan.
Menurut AMPAS, persoalan ini bukan sekadar soal kualitas daging yang tidak layak konsumsi, tetapi juga menyangkut transparansi dan integritas dalam proses pengadaan.
“Pertanyaannya sekarang, siapa yang diuntungkan dalam pengadaan daging ini? Apakah kualitas dikorbankan demi mengejar harga murah atau keuntungan tertentu?” tegas Budi Harjo.
AMPAS menduga terdapat indikasi kelalaian serius, bahkan potensi penyimpangan dalam proses pengadaan dan distribusi. Jika daging sudah dalam kondisi tidak segar saat diterima warga, maka sejumlah hal dinilai perlu dipertanyakan, antara lain:
Siapa rekanan atau pihak penyedia daging?
Bagaimana mekanisme penunjukannya?
Apakah terdapat proses seleksi dan standar kualitas yang jelas?
Siapa yang melakukan pengawasan sebelum daging dibagikan?
“Jangan sampai bantuan untuk rakyat justru menjadi ajang mencari untung oleh oknum tertentu. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” lanjutnya.
AMPAS mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk:
Membuka secara transparan nama penyedia atau pihak pengadaan daging.
Mengumumkan nilai anggaran serta mekanisme pengadaan kepada publik.
Melakukan audit menyeluruh terhadap proses distribusi.
Memberikan sanksi tegas jika ditemukan unsur kelalaian atau penyimpangan.
Budi Harjo menegaskan, jika persoalan ini tidak ditangani secara terbuka dan tegas, maka dapat memunculkan kecurigaan publik bahwa ada pihak-pihak tertentu yang bermain di balik bantuan Meugang tersebut.
“Tradisi Meugang adalah simbol kebersamaan dan keberkahan menyambut Ramadhan. Jangan sampai dinodai oleh dugaan permainan dalam pengadaan,” tutupnya. (PT)