Aceh Singkil, KASTV - Senin 26 Januari 2026
Dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil tengah berada dalam sorotan publik. Harapan akan pendidikan yang bermartabat dan berintegritas kini diuji oleh krisis kepercayaan, menyusul beredarnya isu sensitif yang menyeret nama pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
Isu yang berkembang di tengah masyarakat menyebut adanya dugaan perselingkuhan yang melibatkan AR, Sekretaris Dinas Pendidikan definitif yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, dengan seorang perempuan berinisial R.
Perempuan tersebut disebut-sebut merupakan istri orang dan diduga memiliki keterkaitan sebagai staf di lingkungan dinas yang sama.
Kabar tersebut dengan cepat menjadi perbincangan luas dan dinilai mencoreng marwah dunia pendidikan di Aceh Singkil. Hingga saat ini, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak yang disebutkan dalam isu tersebut, baik untuk membantah maupun meluruskan informasi yang beredar di ruang publik.
Ketiadaan penjelasan terbuka justru memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Seorang pemerhati pendidikan Aceh Singkil yang enggan disebutkan namanya menilai, klarifikasi sangat diperlukan untuk mencegah kegaduhan yang berkepanjangan.
“Dalam situasi seperti ini, klarifikasi terbuka sangat penting agar persoalan tidak berkembang menjadi asumsi liar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu sangat disayangkan dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
“Pejabat pendidikan seharusnya menjadi teladan moral. Sangat tidak elok jika jabatan dan kewenangan disalahgunakan, terlebih jika menyangkut hubungan dengan istri orang dan berada dalam satu lingkungan kerja,” tegasnya.
Menurutnya, secara etika dan moral, seorang pejabat pendidikan semestinya berperan sebagai figur pelindung dan panutan bagi seluruh jajaran, bukan sebaliknya.
Di tengah polemik yang kian menguat, sorotan publik kini mengarah kepada Bupati Aceh Singkil. Masyarakat menanti sikap dan langkah tegas pimpinan daerah guna menjaga wibawa institusi pendidikan serta memulihkan kepercayaan publik. Evaluasi jabatan hingga tindakan administratif lainnya dinilai layak dipertimbangkan apabila dugaan tersebut terbukti secara fakta dan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, AR maupun pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang beredar.
Masyarakat berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara transparan, bermartabat, dan sesuai ketentuan hukum, demi menjaga masa depan pendidikan Aceh Singkil tetap bersih dan berintegritas. (PT)