google-site-verification: google19aae1ae27204b1b.html Dulu, Maya Diminta Sembunyikan Status Nikah Namun Wisnu Meninggalkan | KASUARITV

Dulu, Maya Diminta Sembunyikan Status Nikah Namun Wisnu Meninggalkan



Jakarta (KASTV) - Maya menemukan dokumen proyek Jumbo di BUMN yang berkaitan dengan pekerjaan Wisnu Wijayanta. Selama kurang lebih 25 tahun pernikahan, Maya melihat bahwa Wisnu lebih mementingkan pencitraan diri daripada membangun komunikasi yang baik dengan istrinya.

Sejak 2013, dalam amar putusan Pengadilan Agama, Wisnu menyatakan tidak menafkahi batin istrinya. Ia diduga lebih mencari kesenangan pribadi, bahkan memanfaatkan dana perusahaan sebagai biaya hiburan bersama rekan kerjanya dalam menangani proyek-proyek besar di BUMN.

“Kejayaan dan kesuksesan membuat Wisnu melupakan pengorbanan Maya yang telah mendampinginya puluhan tahun. Wisnu bahkan meminta Maya untuk merahasiakan status pernikahan mereka dengan alasan keselamatan, seolah-olah pesaing bisnisnya bisa menculik atau membunuh jika mengetahui Maya adalah istrinya,” ungkap Maya, Sabtu (6/92025).

Namun setelah meraih kesuksesan, Wisnu semakin mengabaikan kewajibannya sebagai suami. Maya dipaksa berbohong pada keluarga besar demi menjaga nama baik Wisnu. Dalam sidang tingkat pertama perkara perceraian dengan nomor 2121/Pdr.G/2024/PA.Dpk, Maya tidak menuntut nafkah, hanya menolak permintaan cerai Wisnu karena ingin mempertahankan rumah tangganya.

Selama pernikahan, Wisnu sering menjaga jarak saat berjalan di tempat umum, enggan menggandeng tangan istrinya, dan mengganti protes Maya hanya dengan makan bersama di restoran mewah. Setelah operasi ileostomi pada 2016, Maya menemukan dokumen proyek Jumbo terkait ORC licence Gap dan TLK, serta kerja sama dengan PT. LTI, PT. SSI, dan PT. TLK-I.

Wisnu mengaku dipercaya untuk ikut mengaudit proyek, mengatur tender, hingga membantu RUPS, meski bukan pegawai resmi TLM. Berkat kedekatannya dengan jajaran direksi, ia mendapat akses istimewa. “Namun, ia selalu melarang Maya mencari tahu detail pekerjaannya. Sejak terlibat dengan ORC, sikap Wisnu berubah menjadi lebih sombong dan otoriter,” ungkapnya.

Selama bertahun-tahun Maya menutupi banyak hal demi menjaga nama baik dan kesehatan orang tua Wisnu, tapi justru fisik dan psikisnya yang terganggu. Setelah ditinggalkan tanpa alasan selama dua tahun, Maya merasa dikorbankan.

Pengorbanannya dibalas dengan penelantaran, kekerasan psikis, bahkan upaya pencemaran nama baik melalui surat psikolog RS Carolus yang menyebut Maya berbahaya tanpa diagnosa jelas. “Wisnu justru diduga diduga menggunakan notaris dan pengacara yang melanggar aturan demi kepentingannya,” ujarnya.

Semua itu dimungkinkan karena Wisnu memiliki banyak uang untuk membayar pihak-pihak yang membantu menyembunyikannya dari istri dan memanfaatkan kasus ini demi keuntungan mereka. (*)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال