Nabire (KASTV)_Massa honorer K2 padati halaman Gedung Pengadilan Negeri Nabire. Rabu (1/2/2023), Dalam aksi ini para honorer membawa peti mati sebagai simbol matinya keadilan di negeri ini, bukan hanya itu beberapa spanduk yang bertuliskan meminta KPK hadir mengusut tuntas kasus dugaan suap terhadap hasil verifikasi serta validasi dan juga meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk memperhatikan nasib para honorer K2 di Nabire.
Di Ruang Persidangan Pengadilan Negeri, Jalan Merdeka, Nabire, Papua Tengah, telah dilaksanakan sidang dengan agenda mediasi dan pemeriksaan para tergugat dengan nomor perkara 6/Pdt.G/2023/PN Nabire, menghadirkan Penggugat yaitu massa honorer K2 yang tidak lulus beserta Kuasa Hukumnya dan Tergugat yakni Kepala Dinas dan atau perwakilan Kepala Dinas beserta Kuasa Hukumnya.
Dalam persidangan ini hanya satu Kepala Dinas yang memenuhi syarat untuk mengikuti sidang, sedangkan tiga Kepala Dinas lainnya atau diwakilkan, hadir tanpa surat tugas atau surat kuasa. adapun yang lolos ikut persidangan yakni Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep.Ns., M.Kes.
Dalam keputusan sidang tersebut majelis hakim menunda persidangan dan akan dilanjut pada tanggal 8 Februari 2023.
Yanuar Nurul Fahmi, S.H Humas Pengadilan Negeri Nabire menyampaikan sidang perdata adalah keputusan Majelis hakim. agenda mediasi akan dilakukan bila semua hadir dalam persidangan. (FN)

