Jakarta (KASTV)_ Kordinator Pusat Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia Meminta Kapolri dan Mentri Dalam Negeri tidak diam dalam melihat persoalan Pembakaran Wanita Parubaya di Kota Sorong Papua Barat Daya.
Menurut Hervin, Perbuatan melawan hukum oknum sekelompok masyarakat di Provinsi Baru Papua Barat Daya seharunya menjadi perhatian Kapolri dan Menteri Dalam Negeri, Martabat hukum tercoreng karena sebuah perbuatan didepan para penegak hukum warga berani membakar seorang wanita, yang kemudian kehidupan sosial bermasyarakat warga yang diduga tidak bernurani bentuk gagalnya pemerintahan setempat dalam membina masyarakat.
Kepahaman masyarakat akan hukum dan kerukunan sosial bermasyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah dituntut harus mampu melihat kondisi masyarakat itu sendiri, sehingga dari dasar inilah ada program program pembinaan sosial, peningkatan SDM dan menjalin kerjasama bersama Polri untuk mewujudkan masyarakat sadar hukum. jangan hanya bisa bersolek ria di media yang pada kenyataanya seperti apa yang disaksikan oleh masyarakat luas hari ini.
"Miris jika kita kembali melihat kejadian yang tidak manusiawi ini, dengan nyata dan jelas mencederai harkat martabat seorang perempuan," ucap Hervin yang juga salah satu Aktifis November Berdarah
"Terpicu oleh isu penculikan anak dan kemudian menimbulkan korban bisa dipastikan SDM masyarakat diwilayah tersebut masih dibawah rata rata dan ini menjadi tugas pokok Pemkot setempat untuk membina masyarakatnya, inilah tugas Kementrian Dalam Negeri dalam menempatkan orang orangnya perwilayah, kalau di anggap gagal tarik, dan berikan tugas lain," tegas Hervin Salah satu Putra Daerah Sulawesi Tenggara. Jumat, (27/1/2023)
Lanjut Hervin, Pembakaran Manusia yang dilakukan didepan aparat penegak hukum kembali menjadi tugas Kapolri untuk membina bawahanya menjadi Polri yang cepat, tangkas dan melayani.
"Untuk mengantisipasi kejadian ini tidak terulang kembali, saya berharap Kapolri dan Kemendagri turun kelokasi untuk mengevaluasi kinerja masing masing anggotanya," tutupnya (red)
