KENDARI, KASUARITV— Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari kian menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga yang hendak mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Kelangkaan ini memicu lonjakan harga Pertalite di tingkat pengecer hingga mencapai Rp15.000 per liter. Kondisi tersebut memantik kritik keras dari aktivis daerah, Robi Anggara, yang menyindir kinerja pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
"Inilah 'keberhasilan' Gubernur dan Kapolda Sultra," sindir Robi saat menanggapi krisis distribusi BBM bersubsidi di wilayah Sulawesi Tenggara.
![]() |
| Pengisian Pertelite di Pertamina Kota Lama |
Salah satu lokasi yang disorot publik adalah SPBU Kota Lama (74.531.62). Beberapa hari lalu, terekam kamera sejumlah sepeda motor Suzuki Thunder bertangki rakitan melakukan pengisian berulang hingga lima kali. Praktik pengurasan tangki ini disinyalir sengaja dibiarkan untuk dijual kembali ke pengecer hingga penimbun.
Robi menegaskan bahwa fenomena tersebut terjadi hampir di seluruh SPBU di Sultra. Ia menyayangkan pihak SPBU yang tetap melayani tangki rakitan, serta menyoroti lemahnya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
"Kapolda jangan hanya diam! Kerahkan pasukan untuk mengamankan situasi ini. Barang subsidi di Sultra sudah jadi mainan para mafia—mulai dari BBM, beras, MinyaKita, sampai gas LPG 3 kg. Ini sudah jadi rahasia umum, dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat lewat harga yang melonjak tinggi," tegas Robi. Rabu, (9/9/2026)
Ia juga mengkritik narasi keberhasilan pimpinan daerah yang dinilainya tidak sejalan dengan realita di lapangan. Menurutnya, indikator keberhasilan seorang pimpinan daerah bukanlah dari promosi di media sosial atau pembangunan aset semata, melainkan dari kemudahan masyarakat dalam mengakses barang-barang kebutuhan pokok dan subsidi negara.

