-->

Bongkar Mafia BBM di SPBU Sukamaju, Jurnalis Kasuari TV Diteror: Pimpred Desak Mabes Polri, Panglima TNI, dan Pertamina Turun Tangan

 


BANDAR LAMPUNG, KASUARITV — Aksi intimidasi dan teror kembali mengancam kebebasan pers di Lampung. Seorang jurnalis Kasuari TV mendapat ancaman usai melakukan investigasi untuk membongkar dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diduga melibatkan oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) dan jaringan mafia BBM di SPBU Desa Sukamaju, Telukbetung, Bandar Lampung.

Menanggapi teror tersebut, Pemimpin Redaksi (Pimpred) Kasuari TV mengecam keras aksi intimidasi yang menimpa anggotanya saat bertugas. Demi menjamin proses hukum yang transparan dan bebas dari intervensi oknum di tingkat daerah, redaksi mendesak Panglima TNI dan Mabes Polri untuk turun tangan langsung mengambil alih penanganan kasus tersebut.

"Kami meminta Bapak Kapolri melalui Mabes Polri dan Bapak Panglima TNI untuk turun tangan langsung mengusut tuntas kasus teror yang menimpa jurnalis kami. Apalagi ada dugaan keterlibatan oknum Aparat AL dalam bisnis penyelewengan BBM ini. Tindakan intimidasi serta penyelewengan BBM subsidi tidak boleh dibiarkan," tegas Pimpred Kasuari TV.

Selain desakan penegakan hukum dan tindakan tegas terhadap oknum aparat yang terlibat, Pimpred Kasuari TV juga meminta jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) untuk memproses SPBU lokasi penyelewengan tersebut dengan segera mencabut izin operasional SPBU Desa Sukamaju yang disinyalir menjadi sarang penyalahgunaan BBM subsidi.

Korban teror mendatangi ruang Pelayanan Pengaduan SiPropam untuk mengadukan serta memproses laporan tersebut demi mendapatkan perlindungan hukum.

Kerja-kerja jurnalistik dilindungi secara sah oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam Pasal 18 ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas pers dapat dipidana.

Redaksi Kasuari TV mengimbau aparat penegak hukum pusat serta Danlanal/POMAL untuk memberikan jaminan perlindungan maksimal bagi jurnalis korban teror bersama keluarga. serta mengusut tuntas seluruh pihak dan oknum yang bermain di balik bisnis BBM ilegal tersebut. termasuk SPBU Desa Suka Maju yang menjadi biang kerok terjadinya teror

"SPBUnya harus ditutup, logikanya jika SPBU Menjalankan tugasnya sesuai prosedur hal ini tidak akan terjadi, Kuat Dugaan ada deal deal kotor antara para oknum mafia BBM dan SPBU, Hadirnya jurnalis kami dilapangan, Korporasi terganggu dan terjadilah teror untuk menutupi bau busuk mereka," tutupnya 

Tim redaksi

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

  • Menyiapkan slide berita kasuaritv.com...

نموذج الاتصال