Lampung Selatan, KASTV — Kobaran api muncul di lahan pinggir Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) KM 99, Desa Rulung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah warga melaporkan kejadian kepada Babinsa Desa Rulung Sari Koramil 421-06/Natar Kodim 0421/Lampung Selatan, Sertu Darwin.
Mendapat informasi tersebut, Sertu Darwin segera meneruskannya kepada Danramil 421-06/Natar, Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo. Untuk mencegah api semakin membesar dan merambat ke area lain, Danramil langsung memerintahkan personel mengecek lokasi sekaligus melakukan upaya pemadaman.
Serma Imron, Sertu Dedi Pujirianto, Sertu Darwin dan Kopka Eviyanto kemudian bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, keempat personel Babinsa bersama Tim Bravo BTB (Bakauheni–Terbanggi Besar) dan warga langsung berupaya memadamkan kobaran api.
Dengan menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi, di antaranya steam motor, kain basah, ranting pohon dan perlengkapan lainnya, mereka berupaya mengendalikan api agar tidak meluas.
Situasi tersebut sempat membuat warga di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan. Namun, berkat respons cepat dan kerja sama antara Babinsa, Tim Bravo BTB serta masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB.
Setelah api berhasil dikendalikan, personel bersama Tim Bravo BTB dan warga kembali melakukan pengecekan di area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Danramil 421-06/Natar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo mengatakan, cepatnya penanganan kebakaran tidak terlepas dari kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian kepada Babinsa.
“Begitu mendapat informasi dari warga melalui Babinsa Desa Rulung Sari, laporan langsung kami tindak lanjuti. Saya perintahkan beberapa personel untuk segera mengecek lokasi dan melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas,” ujar Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo.
Ia juga mengapresiasi respons masyarakat dan Tim Bravo BTB yang turut membantu personel Babinsa dalam menangani kebakaran tersebut.
“Sinergi seperti ini sangat penting. Babinsa harus selalu peka terhadap kondisi wilayah binaannya. Ketika ada kejadian, laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti agar persoalan dapat ditangani sejak awal sebelum berkembang menjadi lebih besar,” katanya.
Kapten Inf Rudi turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu munculnya api.
“Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. Dugaan sementara ada kemungkinan api dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan, namun kita tetap menunggu hasil penyelidikan,” tegasnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah kondisi dinyatakan aman, personel Babinsa bersama Tim Bravo BTB dan warga memastikan tidak terdapat lagi titik api di sekitar lokasi.
Respons cepat empat Babinsa Koramil 421-06/Natar menunjukkan kehadiran aparat kewilayahan dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat. Berawal dari laporan warga, informasi tersebut segera ditindaklanjuti hingga kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya dalam kegiatan pembinaan wilayah, tetapi juga dalam penanganan kondisi darurat. Respons cepat, kepedulian dan sinergi bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi lebih besar. (Tim)