Aceh Singkil, KASTV - Senin, 20 Juli 2026
Masyarakat Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, mengeluhkan tidak adanya pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Desa Biskang selama kurang lebih dua bulan terakhir. Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan roda perekonomian, terutama bagi para petani yang bergantung pada BBM untuk kegiatan sehari-hari.
R. Siketang, warga Desa Lae Balno, mengatakan setiap kali datang ke SPBU, kondisi selalu sepi karena tidak ada BBM yang tersedia.
"Sudah sekitar dua bulan ini BBM tidak pernah masuk. Kami para petani kelapa sawit sangat membutuhkan Pertalite maupun Solar. Kalau BBM tidak ada, bagaimana masyarakat bisa beraktivitas?" ujarnya.
Ia menambahkan, kelangkaan BBM telah berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kegiatan pertanian, pengangkutan hasil kebun, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Senada dengan itu, Rona Berutu, warga Desa Napagaluh, menyebut tidak adanya pasokan BBM menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan menjalankan aktivitas.
"Akibat tidak adanya BBM, masyarakat mengalami kerugian di berbagai sektor, baik perekonomian, pertanian, maupun untuk mengantar anak ke sekolah dan kebutuhan lainnya," katanya.
Kepala Desa Biskang, R. Tumangger, meminta pemerintah pusat segera memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di wilayah perbatasan Aceh-Sumatera Utara.
"Kami atas nama masyarakat memohon kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri ESDM, Dirjen Migas, Gubernur Aceh, serta pihak Pertamina agar segera memperhatikan kebutuhan BBM masyarakat perbatasan. Kami hanya ingin pasokan BBM kembali normal agar masyarakat dapat beraktivitas," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pegawai SPBU Kecamatan Danau Paris yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pasokan BBM, khususnya Solar, telah terhenti selama sekitar dua bulan.
"Untuk Solar sudah kurang lebih dua bulan tidak pernah masuk. Begitu juga beberapa jenis BBM lainnya," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan D. Bancin, warga Desa Sintuban Makmur. Ia berharap pemerintah dan Pertamina segera menyelesaikan persoalan tersebut agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas di SPBU Kecamatan Danau Paris tampak nyaris tidak ada akibat kosongnya stok BBM. Masyarakat berharap pemerintah, Kementerian ESDM, Dirjen Migas, dan Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan pasokan BBM, sehingga aktivitas dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan dapat kembali berjalan normal. (PT)