Gresik (KASTV) - Peran serta adanya TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) di pelabuhan dinilai sangat penting, karena dengan keberadaan TKBM itu sendiri bisa melancarkan kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan.
Peresmian TKBM Pelabuhan Bawean digelar Pukul 09:00 WIB diruangan terminal pelabuhan Bawean yang dihadiri oleh Kepala UPT. Pengelolaan Prasarana Perhubungan Bawean Nasrullah, Kepala Supervisor ASDP Gresik wilayah Bawean Suhaimi, Pihak PT. Penascop Logistik Transniaga wilayah Bawean dan Para Supir beserta sebagian Pengusaha, Kamis (15/9/2022).
Dalam Sambutannya Kepala UPT. Pengelolaan Prasarana Perhubungan Bawean Nasrullah menyampaikan, dengan terbentuknya TKBM Pelabuhan Bawean yang diketuai oleh saudara Ali Hamzah bisa membawa iklim yang segar.
"TKBM merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan bongkar muat barang pelabuhan tersebut. Selain itu untuk memperlancar adanya kegiatan bongkar barang dan memberikan jaminan apabila ada kehilangan barang di atas kapal serta mengupayakan selesainya barang tersebut untuk di bongkar maupun di muat," ujarnya.
Nasrullah diakhir sambutannya, secara simbolis meresmikan TKBM Pelabuhan Bawean dengan tanda mengetuk meja tiga kali.
Dilanjut dengan Suhaimi selaku Kepala Supervisor ASDP Gresik wilayah Bawean mengatakan, keberadaan TKBM nantinya bisa menciptakan iklim yang kondusif di pelabuhan Bawean dengan pola kerja yang mengutamakan keselamatan kerja, efisien dan efektif." katanya.
Ali Hamzah, Ketua TKBM Pelabuhan Bawean menuturkan, pihaknya akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dengan dibantu oleh anggotanya sebanyak 25 orang dalam mengimplementasikan produktivitas kinerja serta mendukung program dalam poros maritim untuk menghadapi arus modernisasi di era globalisasi sekarang ini.
Ali sapaan akrabnya setelah diresmikan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Barang Pelabuhan Bawean oleh Nasrullah, pihaknya menetapkan untuk biaya bongkar muat barang di KMP. Gili Iyang yang dari Jurusan Paciran sekitar Rp. 50 ribu dan biaya yang dari Pelabuhan Gresik ke Bawean meminta kisaran Rp. 60 ribu. Hal tersebut melihat pengiriman barang yang dari Pelabuhan Gresik ke Bawean yang dimuat oleh KMP. Gili Iyang rata-tara di curah" ujarnya.
"Dengan keberadaan TKBM ini nantinya bisa memberikan kinerja yang terbaik, sehingga aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan berjalan dengan lancar dan baik," Jelasnya Ali. (JM)
