PAPUA BARAT DAYA, KASUARITV - Sosok mayat yang di temukan di areal kerja kelapa sawit PT Global lestari, modan kabupaten Sorong, masih menyembunyikan misteri yang panjang, pasalnya sudah menghapiri sebulan lebih, kasus tersebut tidak kunjung selesai. Menurut penjelasan orang tua kandung dari korban ( Billy Morits Solefuey) Jika kematian Billy menyimpan sekian misteri yang patut di pertanyakan.
Billy Solefuey korban kematian misteri, berangkat dari kediamanya pada tanggal 5 Agustus 2026 dengan tujuan PT Global Lesatari di kampung modan kabupaten Sorong, untuk bekerja sebagai buru kelapa sawit. namun baru 7 hari korban bekerja, takdir kehidupan Billy pun berkata lain. Billy di temukan meninggal dunia, dengan keadaan tubuh sudah membengkak, dan membusuk. Sesuai penjelasan ibu kandung billy, jika kematian anaknya di curigai di bunuh oleh sesorang yang tidak memiliki prinsip kemanusiaan.
Pasalnya saat jasad Billy di efaukuasi, ada tanda tanda yang mampu di curigakan bahwa, anak saya benar benar di BUNUH. ada beberapa hal konkrit seperti badanya tidak memakai baju, kaki kiri memakai sepatu boots, sedangkan kanan tidak, tangan kanan memakai sarung tangan kerja, sedangkan tangan kiri tidak di pakai sarung. Kaki kiri tersangkut di atas kayu, sementara kaki kanan tergeletak di bawa kolong badan kayu.
Saat jasad Billy Solefuey Samapi di kediamnya, pihak keluarga di beritahu bahwa jangan membuka peti jenaza, dengan alasan bahwa jasad anak saya sudah membengkak, jika di buka peti, maka akan terasa bau menyengat dan tidak enak untuk di hirup ucap ibu kandung billy di barengi deraian air mata, Jumat 9 Oktober 2026 di kediamnya.
Lebih parahnya lagi sudah ada mediasi antara pihak PT Global Lestari bersama keluarga korban, namun tidak ada titik temu, dan pihak PT. Global lestari seakan tidak memiliki hati dan naluri manusia, untuk menyikapi Kematian Billy, ada apa dengan perusahaan ini, apakah nyawa sesorang lebih berharga dari sekor tikus yang busuk? ataukah dengan modal kapitalis dan sejumlah tumpukan uang, nyawa manusia seakan di sepelehkan?? Kami orang miskin memintah tolong kepada Bapak Kapolres kabupaten Sorong, AKBP, Jems Oktovianus untuk melihat jeritan seorang ibu miskin, yang begitu merindukan kasus kematian anaknya untuk di buka secara terang benderang ucap ibu kandung billy.
Dari hasil pernyataan itu, WARTAWAN media ini mendatangi Kapolres kabupaten Sorong, untuk mempertanyakan kasus kematian tersebut, Kapolres pun menjawab kepada wartawan, jika dirinya baru mengetahui persoalan tersebut. namun Kapolres pun berjanji akan menanyakan kasus tersebut ke pihak penyidik (Reskrim) sejauh mana penangan kasus itu.
Ya sampaikan saja ke pihak korban, saya akan tanya bawahan saya di reskrim soal kasus kematian itu, dan disini saya nyatakan, tidak ada kata tebang pilih di areal lingkup polres aimas, karena sesungguhnya, polisi adalah penegak hukum yang harus adil dan jujur bagi warga aimas, jika pihak keluarga berkenan saya minta surat aduan atau surat laporan perkarnya, biar kita tidak lanjuti, saya tidak ingin masyarakat saya mengeluh dengan ketimpangan dan ketidak Adilan, saya pastikan di masa saya memimpin tidak ada persoalan yang tidak bisa di selesaikan ucap putra asli Papua (kemtuk Gresik) di gedung Paradisae Billiard aimas sekitar 14:27 wit.
